Skip to main content

TATA CARA PENYIMPANAN SARANA DAN PRASARANA - MATERI SARANA DAN PRASARANA

 A. Penyimpanan Sarana dan Prasarana Kantor

Adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk menampung hasil pengadaan barang/ bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi lain, atau yang diperoleh dari bantuan.

1.  Tujuan penyimpanan barang/ bahan kantor:

a). Agar barang tidak cepat rusak

b). Agar tidak terjadi kehilangan

c). Agar tersusun rapi sehingga mudah ditemukan apabila barang tersebut dicari

d). Memudahkan dalam pengawasan

e). Memudahkan dalam analisa

2.  Sebelum penyimpanan dilakukan sebaiknya memperhatikan:

a). Persediaan alat-alat pemeliharaan yang diperlukan

b). Pergudangan yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan

c). Sifat barang yang disimpan

d). Sarana penyimpanan dan pemeliharaan

e). Prosedur dan tata kerja

f). Biaya yang disediakan

g). Tenaga yang diperlukan

h). Jangka waktu penyimpanan

3.  Cara penyimpanan barang/ bahan kantor:

a). Barang disimpan berdasarkan klasifikasi (jenis, berat, merek dan satuan barang)

b). Barang disimpan dalam keadaan bersih

c). Barang disimpan dalam ruangan yang cukup ventilasi

d). Barang disimpan di tempat yang memadai

e). Barang disimpan rapi dengan kode yang telah ditentukan agar mudah dicari

f). Barang disimpan harus terhindar dari sengatan matahari atau siraman air

g). Barang disimpan harus di ruangan yang dapat dikunci

h). Barang yang disimpan harus sudah dihitung dan dicatat dalam buku persediaan

i). Barang yang biasanya dikeluarkan lebih cepat sebaiknya diletakkan dibagian terdepan sebaliknya barang yang dikeluarkan lebih lama disimpan lebih dalam

B. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Kantor

Pengeluaran/ pendistibusian yaitu penyaluran barang dari unit pergudangan keada unit pemakai berdasarkan bon permintaan dan harus dicatat dalam buku pengeluaran barang. Pengiriman barang dilakukan apabila barang-barang tersebut dikirim atau didistribusikan keluar lingkungan kantor. Misalnya dalam satu kota, antar kota, antar pulau atau antar negara. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pengiriman barang harus disertai dengan dokumen-dokumen pendukungnya misalnya surat pengantar, faktur, ball of leading, dsb.

Apabila barang tersebut dikirim dalam satu kota atau antar kota maka dokumen pengirimannya cukup dengan surat pengantar dan faktur saja dan sebagai bukti penerimaan dibuatkan surat tanda terima. Hal ini juga apabila barang-barang tesebut diantar langsung oleh pihak kita kepada pihak yang dituju. Faktur perlu dikirim karena merupakan tanda bukti penjualan/ pembelian barang, sedangkan surat pengantar merupakan bukti tanda penyerahan barang. Apabila barang-barang tersebut dikirim antar kota, antar negara dengan menggunakan pihak ketiga (jasa angkut) maka dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

1. Surat pengantar

2. Surat muatan barang (surat jalan, billoglading/ konosomen, air way bill)

3. Daftar rincian barang, apabila barang yang dikirim perlu dirinci

4. Kwitansi, apabila telah melakukan pembayaran

5. Polis asuransi, apabila barang yang dikirimkan diasuransikan

Comments

Popular posts from this blog

Prosedur pengeluaran dana kas kecil - Administrasi Perkantoran

 PROSEDUR PENGELUARAN DANA KAS KECIL Dalam pengeluaran dana kas kecil, formulir yang digunakna terdiri dari formulir surat permintaan pengeluaran dana kas kecil dan bukti pengeluaran dana kas kecil. Dalam pengeluaran atau penggunaan dana kas kecil, pihak yang terlibat yakni pemegang dana kas kecil dan bagian yang menggunakan (pemakaian) dana kas kecil. Perhatikan kegiatan masing-masing pihak tersebut! 1. Pemakai dana kas kecil Ada beberapa prosedur pada bagian pemakai dana kas kecil yang perlu diketahui, yaitu sebagai berikut: a). Melakukan pengisisan formulir surat permintaan pengeluaran dana kas kecil sebanyak 2 lembar untuk selanjutnya diserahkan kepada pemegang dana kas kecil. b). Melakukan penerimaan uang tunai dan surat permintaan pengeluaran dari pemegang dana kas kecil. c). Melakukan pengumpulan bukti-bukti penggunaan dana kas kecil untuk dijadikan pendukung bukti pengeluaran kas kecil. d). Melakukan pengisian formulir bukti pengeluaran kas kecil berdasarkan data bukti ...

TATA CARA: PENGHAPUSAN BARANG INVENTARIS YANG BAIK DAN BENAR SESUAI PROSEDUR

TATA CARA  PENGHAPUSAN BARANG INVENTARIS A.     Pengertian Penghapusan Barang Pengertian Penghapusan Menurut Beberapa Ahli 1.       Penghapusan Menurut ( Ibnu Syamsi ) Penghapusan (disposal) adalah penyingkiran barang – barang inventaris, karena tidak diperlukan / dipergunakan lagi. 2.       Penghapusan Menurut ( Lukas dan Rumsari ) Penghapusan barang adalah kegiatan pembebasan barang dari pertanggung jawaban yang berlaku dengan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan. 3.       Penghapusan Menurut ( Keputusan Menkue No. 470 KMK.01 / 1994) Penghapusan adalah keputusan dari pejabat yang berwenang untuk menghapus barang dari daftar investaris (Buku Inventaris) dengan tujuan membebaskan bendaharawan barang atau pembantu penguasa barang (PPBI) 4.       Penghapusan Menurut ( Permendagri No.17 Tahun 2007) Penghapusan barang milik daerah...

Cara membuat cimol anti meledak dan kopong cocok untuk jualan

 Hallo sobat aster, kali ini saya akan membahas dan memberikan tips untuk membuat cimol anti meledak dan kopong. Cimol merupakan jajanan yang terbuat dari tepung tapioka atau tepung pati yang banyak digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa karena cita rasanya yang enak dan cocok untuk cemilan. Cimol juga bisa dijadikan sebagai ide jualan yang menguntungkan lho.  Nah untuk cara membuatnyapun juga sangat mudah dan tidak ribet. Untuk bahan-bahan yang digunakan yaitu 1. 250 gram tepung tapioka 2. Bawang putih 2 siung 3. Minyak goreng secukupnya 4. Air  5. Penyedap rasa secukupnya 6. Bumbu balado Cara membuatnya: 1. Pertama siapkan 2 siung bawang putih, kupas dan haluskan. 2. Siapkan wadah dan masukkan tepung tapioka 10 sendok kemudian beri penyedap rasa secukupnya dan kemudian diaduk agar merata. Sisihkan. 3 .Siapkan panci yang berisi air (jangan terlalu banyak). Masukkan 2 sendok tepung tapioka dan bawang putih yang sudah dihaluskan tadi (keadaan kompor masih belum dinyal...